post

Artikel sebelumnya telah membahas JNE (ssekkaos.com/jasa-pengiriman-barang-posjnetiki-mana-yang-lebih-baik), kali ini kita akan membahas TIKI

PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI)

TIKI resmi didirikan pada 1 September 1970, dengan nama awal CV. TITIPAN KILAT. Baru pada tanggal 31 Desember 1993, CV. TITIPAN KILAT berubah menjadi sebuah perseroan terbatas dan mengganti namanya menjadi PT. CITRA VAN TITIPAN KILAT. TIKI kemudian mulai menapak dengan kokoh ditengah persaingan bisnis jasa pengiriman barang yang terus menggeliat seiring perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat di seluruh dunia, khususnya masyarakat Indonesia.

Pada tahun 1990, TIKI membuka divisi pengiriman Luar Negeri yang kemudian menjadi anak perusahaan TIKI yang bernama TIKI JNE ( Jalur Nugraha Ekakurir) . Namun kemudian TIKI JNE memisahkan diri secara manajemen dengan TIKI dan tidak hanya melayani pengiriman Luar Negeri saja tetapi juga melayani kiriman domestik. Sehingga TIKI dan JNE sudah menjadi kompetitor resmi dalam bisnis jasa kiriman. Selain mendirikan JNE, pendiri TIKI juga mendirikan usaha lainnya seperti PT. TKS ( Titipan Kilat Soeprapto) , yang menangani masalah kargo darat, laut, forwarding barang, agen penjualan SMU ( Surat Muatan Udara), PT. TIKINDO ( Titipan Kilat Indonesia), yang menangani warehousing, trucking dan kargo serta SMU, dan TIKITA ( Tiki Wisata) , yang menangani kegiatan ticketing, tour and travel, serta perjalanan haji dan umroh.

Pada perkembangannya TIKI JNE kemudian melepas nama TIKI dan menjadi JNE saja sebagai branding di masyarakat. Meskipun sejarah panjang TIKI sebagai perusahaan jasa pengiriman barang terbesar di Indonesia, TIKI mulai tersaingi oleh JNE yang semakin dikenal luas. persaingan ini terlihat dari jumlah agen JNE yang bersaing dengan TIKI memperebutkan pangsa pasar di Indonesia.

Secara umum jenis produk yang ditawarkan oleh TIKI tidak jauh berbeda dengan JNE, seperti yang telah dibahas pada artikel sebelumnya. Produk JNE berupa Same Day Services (SDS), Over Night Services (ONS), Two Days Services (TDS), Holiday Delivery Services (HDS), Regular (REG), Economy (ECO) Internasional (INT). Menurut beberapa agen JNE maupun TIKI, layanan produk yang ditawarkan masing-masing perusahaan ini saling bersaing. Jika JNE tidak melayani pengiriman barang ke suatu daerah dengan produk tertentu, maka TIKI cenderung memberikan produk yang tidak dimiliki JNE, begitu pula sebaliknya. keunggulan pada TIKI bisa jadi kelemahan pada JNE, begitu pula sebaliknya. Biaya pengiriman pun saling bersaing, antara JNE dengan TIKI. Salah satu kelemahan lain pada TIKI, pada beberapa agen menolak untuk mengirimkan barang elektronik, tingkat penjualan barang elektronik secara online tinggi sehingga membutuhkan layanan jasa pengiriman yang tinggi pula.
Kesimpulan

Pos Indonesia, JNE, dan TIKI memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. keputusan dalam memilih perusahaan jasa pengiriman barang terbaik akan berbeda setiap pelanggannya dan bergantung pada situasi. Jika seorang pelanggan pernah mengalami masalah dalam pengiriman barang, kemungkinan besar di waktu lain orang itu akan memilih berpindah pada perusahaan jasa pengiriman lain. kemudian faktor non teknis seperti bencana alam, cuaca buruk, overload, maupun faktor lain yang menyebabkan keterlambatan pengiriman, akan tetap memberikan kesan buruk pada beberapa pelanggan.

Dalam memilih jasa pengiriman barang, kosumen dapat mempertimbangkan beberapa hal, seperti biaya, waktu, keamanan barang, serta keterbukaan informasi pengiriman. Pos Indonesia memiliki keunggulan dalam hal jaringan hingga pelosok, JNE dan TIKI memiliki produk yang saling bersaing secara profesional. Dalam hal biaya, Pos Indonesia unggul dibanding JNE maupun TIKI, karena pengiriman barang dihitung setiap gram buka setiap kilogram. Sayangnya keunggulan ini hanya selisih sedikit dengan JNE dan TIKI, pada tahun 2016 ini Pos Indonesia mulai menaikkan biaya pengirimannya sehingga hampir setara dengan kedua perusahaan tadi.

Selain ketiga perusahaan di atas, PT. Wahana Prestasi Logistik (Wahana) bisa menjadi alternatif yang lebih menghemat biaya. Wahana memberikan biaya pengiriman hampir 50% dibanding rata-rata biaya ketiga perusahaan tadi. Namun sayangnya biaya pengiriman ini sedikit merugikan konsumen yang hanya mengirimkan barangnya di satu daerah yang sama karena tarif yang dibebankan sama dengan tarif pengiriman ke daerah lain dengan jarak yang lebih jauh. Sebagai tambahan, wahana memberikan pengemasan tambahan berupa kantung plastik hitang yang menutupi permukaan paket.

Leave a comment